Remaja yang Lebih Banyak Melangkah Punya Masalah Kesehatan Mental Lebih Sedikit
Tim Redaksi - NarasiBangsa

Jakarta - Sekadar lebih banyak berjalan kaki ternyata punya kaitan dengan kesehatan mental remaja. Sebuah studi kohort yang dipublikasikan di JAMA Network Open pada 1 Oktober 2026 menemukan hubungan antara jumlah langkah harian dengan kesehatan mental dan struktur otak remaja.
Penelitian ini memakai data 5.515 remaja berusia rata-rata sekitar 11 tahun dari Adolescent Brain Cognitive Development Study di Amerika Serikat. Jumlah langkah diukur dengan alat penghitung langkah, lalu dibandingkan dengan data pencitraan otak dan kuesioner kesehatan mental.
Baca juga: Studi: Bermain Gim di Malam Hari Berkaitan dengan Tidur dan Pola Makan Remaja yang Lebih Buruk
Semakin banyak langkah, semakin baik
Hasilnya, jumlah langkah yang lebih tinggi berkaitan dengan total masalah kesehatan mental yang lebih rendah. Remaja dengan langkah lebih banyak juga memiliki ketebalan korteks yang lebih besar di beberapa area otak.
Peneliti juga menemukan pola dosis-respons. Artinya, perbedaannya terlihat makin jelas pada kelompok dengan jumlah langkah lebih tinggi dibanding kelompok yang melangkah kurang dari 5.000 langkah per hari.
Kaitan, bukan sebab-akibat
Studi ini bersifat observasional, sehingga belum bisa membuktikan bahwa berjalan kaki secara langsung memperbaiki kesehatan mental. Faktor lain, seperti kondisi keluarga atau lingkungan, juga bisa ikut berperan.
Meski begitu, menambah aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki ke sekolah, bermain di luar rumah, atau naik tangga merupakan kebiasaan murah yang manfaatnya sudah banyak didukung penelitian lain.


