Diserang Ransomware, Data 130 Ribu Mahasiswa dan Dosen Universitas di Osaka Diduga Bocor
Tim Redaksi - NarasiBangsa

Jakarta - Serangan siber kembali menghantam dunia pendidikan. Osaka Metropolitan University di Jepang menyatakan data sedikitnya 130.000 mahasiswa dan staf pengajar, baik yang masih aktif maupun alumni, mungkin terpapar akses tidak sah.
Sekitar 500 server yang terkait dengan sistem informasi kampus berhenti beroperasi setelah serangan yang diduga ransomware pada Jumat (2/10/2026). Kampus mengumumkan kemungkinan kebocoran data dalam konferensi pers pada Senin (5/10/2026).
Baca juga: Peretas Afiliasi Ransomware Gentlemen Bobol Puluhan Organisasi Lewat Rahasia GitLab yang Bocor
"Sangat disesalkan kami tidak bisa mencegah insiden ini," ujar Presiden universitas Hiroyuki Sakuragi, seperti dikutip dari The Japan Times.
Data apa saja yang terpapar?
Data yang mungkin terpapar meliputi nama, alamat, dan alamat email orang-orang yang terkait dengan universitas. Data dari dua kampus pendahulunya, Osaka Prefecture University dan Osaka City University yang bergabung pada April 2022, juga termasuk.
Akibat serangan ini, jaringan kampus untuk mahasiswa dan portal untuk staf pengajar belum bisa dipakai, dan perkuliahan dibatalkan. Kampus berupaya memulihkan sistem agar kuliah bisa kembali dibuka pada Jumat.
Pelajaran untuk pengguna
Bagi siapa pun yang datanya berpotensi bocor, langkah paling penting adalah mewaspadai email atau pesan yang mengatasnamakan institusi tertentu. Data seperti nama dan alamat email sering dipakai pelaku untuk menyusun pesan phishing yang terlihat meyakinkan.
Baca juga: TikTok Luncurkan Shopping Assistant Berbasis AI dan Fitur Beli Sekali Ketuk
Ganti kata sandi akun yang memakai email terkait, dan aktifkan verifikasi dua langkah bila tersedia.


